Kamis, 11 April 2013

Jebakan BATMAN??? Atau Jebakan Kelas Menengah?? Bag.2

Salam sukses & profit para trader. Masih ingat dengan pernyataan "Kang Batman" diatas??? Dalam tulisan saya di Blog ini (baca disini). 
"Kang Batman" waktu itu membuat statement bahwa dia bukan yang membuat jebakan, namun anehnya yang buat adalah kita sendiri & ternyata malah "senjata makan tuan".

Menurut Bank Indonesia (BI) dalam siaran pers (baca disini) tgl 28 Maret 2013 disebutkan bahwa tahun 2012 ekonomi tumbuh menjadi 6,2% sedangkan tingkat inflasi rata-rata 4,3% selama 2012.

"Maksudnya apa sih Tom?? Maklum gue bukan orang ekonomi, gue cuma karyawan" (baca buruh) dalam benak Anda Gini aja, ambil contoh, coba deh ingat-ingat, mungkin pas 2011, Anda pasti masih punya HP jadul atau bahkan HP buatan China yang harganya sekitar 300-500rb. Nah 2012 dengan naiknya gaji pasti sekarang sudah punya Blackberry (BB) bahkan yang terbaru.

Itu semua dikarenakan harga BB sudah mulai terjangkau dengan kocek Anda, meskipun tuh BB diimpor dari Malaysia (karena produsen BB yaitu RIM (Research In Motion) mendirikan pabrik BB disana, karena tahu kalo bikin pabrik di Indonesia berbelit-belit, banyak pungli, upah buruh yang naik terus, & ulah buruh yang suka demo (jadi buruh aja sudah belagu, bagaimana jadi pengusaha?) &  suka sweeping).

Tragis ya?? Pertanyaan siapa yang BODOH?? Pasti diotak Anda jawabnya PEMERINTAH. Nah padahal yang beli Anda, tapi yang buat orang Malaysia (baca buruh Malaysia), beli pakai rupiah lalu masuk kantong RIM dalam bentuk US$. Jadi siapa yang BODOH??

Coba bayangkan berapa Rupiah yang keluar untuk bayar buruh di Malaysia?? Kalo saja pabrik tersebut masuk ke Indonesia, otomatis BB tersebut dibuat oleh rakyat (baca buruh) untuk rakyat (baca Anda pengguna BB) Indonesia.

Itu baru salah satu contoh saja dari segi brand/merk tertentu yaitu Smartphone. Lalu bagaimana soal pemakaian BBM?? 

Secara logika jika Anda mampu membeli BB+pulsa seharusnya Anda mampu pula beli BBM Non Subsidi alias PERTAMAX bukan Premium. Namun kenyataan adalah Anda mampu membeli BB (bahkan BB yang harganya bisa 6jt) namun tetap masih pakai Premium.

Sehingga mengakibatkan neraca perdagangan kita defisit (baca disini). "Ah itu mah urusan pemerintah", "Ngapain ngurusin soal BBM, urus aja diri Lo sendiri", "Yang penting mah Premium masih bisa dibeli", "Gue sih ga' peduli soal BBM, yang penting mobil gue (maksudnya mobil seperti Avanza, Innova, Rush, Xenia, ataupun Alphard) masih bisa minum Premium", "Gue nggak ngerti soal Neraca Defisit, yang penting BBM jangan naik, soalnya kalo naik ojek pasti naik"......Itu semua pernyataan didalam benak Anda.

Bagaiman kalo misalnya GUE BILANG BBM AKAN NAIK TAHUN INI (th 2013)???..."Ah yang benar aja Lo Tom BBM mo naik", "Emangnya Lo itu dukun atau paranormal ya?", "Waduh BBM naik?? Jangan deh soalnya gue baru naik gaji", "Asyik BBM mo naik, timbun BBM ah", "Kalo BBM naik,nantinya semua harga pasti naik termasuk ongkos metromini/kopaja,mikrolet pasti naik", "Kalo BBM naik gue beli motor ah, eh lupa motor yang kemarin belum lunas".....Itu semua didalam benak Anda.

Lho?? Kenapa mesti takut kalo BBM naik??....Bukannya Anda orang kaya baru (entah itu kaya dari Korupsi, berguru dari "eyang" ataupun Mbah Dukun, dapat sogokan, menipu, mencurangi konsumen, dll)?? Yang punya rumah sampai lebih dari 2 tingkat?? Punya mobil lebih dari 2 & sepeda motor banyak??

Makanya dalam tulisan dalam Blog saya bahwa karena sikap/attitude kita yang masih "KAMPUNGAN" tidaklah mengherankan jika Anda sendiri "takut/cemen" membeli PERTAMAX atau BBM Premium naik.....Padahalkan Anda OKB (alais Orang Kaya Baru).... Saya pribadi menggunakan BBM PERTAMAX (lebih prefer SHELL, karena terkadang ada beberapa SPBU curang yaitu PERTAMAX dicampur minyak tanah).

Oleh sebab itu terkadang saya heran & aneh, karena sekarang makin banyak orang "MENGAKU" sebagai pengusaha (orang yang mendirikan perusahaan/yang memiliki usaha dimana dia yang membuat barang produksi bukan sebagai penjual ataupun pengimpor). Padahal sebenarnya mereka adalah pedagang besar.

Cobalah tengok di pasar tradisional hingga retail modern, mulai dari bawang, cabe, garam, kedelai,dll (urusan dapur) hingga urusan fashion, hampir sebagian besar "MADE IN LUAR NEGERI" bukan "MADE IN INDONESIA".

Semoga dengan tulisan ini membuat Anda yang membaca paling tidak tersentuh hatinya. Oleh sebab itu JANGANLAH KITA BERBANGGA JIKA MEMILIKI ATAU BAHKAN MEMAKAI BARANG LUAR NEGERI. Cintailah produk dalam negeri, hormatilah & hargailah hasil kerja dari para petani (padi, jagung, kedelai, bawang, cabe, kol, garam, gula, dll) dengan menggunakan hasil pertanian & perkebunan kita.

Insya Allah dengan menggunakan produk-produk buatan anak negeri,maka Indonesia akan menjadi "RAJA" dinegeri sendiri ataupun ditingkat Internasional.




Tidak ada komentar: