Judul diatas sengaja saya tulis dikarenakan beberapa waktu lalu banyak kasus penipuan mengenai Investasi Bodong. Dan kebetulan kemarin saya menulis diblog ini (baca disini) mengenai "Investasi Bodong atau karena serakah"?
Lalu apa hubungannya antara pengemis dengan kasus penipuan Investasi Bodong?? Eits....Sabar dulu (itulah SIFAT MASYARAKAT INDONESIA saat ini yaitu GA' SABARAN). Coba Anda pernah bayangkan tidak berapa penghasilan pengemis dalam waktu 1 bulan?? Pasti hampir sebagian besar bilang "paling hanya cukup untuk makan". Mosok sih??
Coba cek berita disini. Nah Anda sudah tahukan berapa?? Apakah penghasilan Anda kalah sama pengemis?? Atau jangan-jangan Anda sekolah sampai perguruan tinggi baik swasta ataupun negeri (apalagi masuk dengan cara "menyuap"/"jalur belakang") cuma digaji sekitar 3jt (bahkan mungkin dibawah itu atau UMK (Upah Minimum Kota)).
Saya cuma senyum kecil saja melihat berita itu. Kenapa?? Karena dulu sewaktu saya kuliah di STIE PERBANAS (sekarang ABFI Institute Perbanas) sekitar tahun 1999-2002 banyak sekali pengemis disekitar jalan menuju kampus. Saya melihat banyak dari mahasiswa tersebut (termasuk saya) memberikan "sedekah" kepada mereka. Mulai dari 500-1000 bahkan 5000.
Nah suatu ketika saya melihat pengemis "berkaki buntung" yang ternyata cuma kedok, yaitu memasukkan salah satu kaki kedalam lubang saluran got. Awalnya pengemis itu sendiri & sudah nongkrong sekitar jam 6 pagi. Lalu setelah "kepergok" menipu orang yang lewat, maka dia berpindah tempat (walau cuma beberapa puluh meter) & saat ini bersama sang istri serta balita.
Singkat cerita, saya sudah tidak mau memberikan sedekah kepada dia karena menipu. Namun saya ingat sekitar tahun 2004 saat mau pulang setelah kuliah di sore hari, saya melihat bahwa pengemis itu sedang asyiknya menikmati makan restoran Padang (tentunya dibungkus) dengan lauk standard tapi yang sungguh luar biasa adalah tambahan AYAM BAKAR 2 ditambah es teh manis. Padahal dikampus dulu harga nasi Padang + Ayam Bakar seporsi sekitar Rp 8.000 (waktu itu tergolong harga mahal). Padahal dulu dikampus saya berusaha menyisihkan setiap transport setiap hari cuma Rp 10.000.
Terus apa hubungannya?? Pernahkah Anda mencoba memberikan pengemis "sedekah" dengan uang Rp 100,-. Pasti hampir sebagian besar menjawab :"Ah yang benar saja mosok cuma cepek (Rp 100,-)", "wah tega banget tuh", "sadis, pelit bin kikir alias medit". Itu hampir sebagian besar jawaban baik dari itu Anda apalagi pengemis pasti marah-marah. Namun saya sering melakukan itu hanya untuk mengetes saja (karena berdasarkan cerita diatas Pengemis dikampus bisa makan Nasi Padang + Ayam Bakar).
Pernahkah Anda semua MENYADARI bahwa sifat Anda (sebagian besar 85%) sama seperti pengemis?? "Eits...tunggu dulu, mana mungkin saya seperti pengemis","gengsi donk", "enak aja Lu ngomong", " wah ini sih pencemaran nama baik"...Itu pasti jawaban dari Anda semua.
Pernahkah Anda MENYADARI bahwa Anda & sebagian besar masyarakat Indonesia bermental pengemis?? Karena saya melihat hampir sebagian besar memiliki sifat 3M yang sama seperti pengemis. Apa sih itu 3M? MALAS, MINTA-MINTA & MARAH-MARAH.
I. MALAS
Kita ambil contoh kecil saja. Disaat Anda membuka buku tabungan, apakah Anda pernah membaca isi "syarat & ketentuan berlaku"?? Atau disaat anda membeli Handphone, pernahkah Anda membaca "buku petunjuk"?? Atau disaat Anda membeli Elektronik, pernahkah Anda membaca "buku panduan"?? Atau disaat Anda membeli kendaraan, pernahkah Anda membaca "buku panduan service"?? Pasti semua jawaban adalah "TIDAK PERNAH". Alasannya satu yaitu "MALAS".
Nah Anda baru menyadarikan?? Berarti Anda SAMA SEPERTI PENGEMIS yaitu MALAS!!
Sama seperti halnya di dalam dunia Investasi (baik dipasar modal ataupun dipasar keuangan), banyak dari Anda pasti MALAS untuk melakukan riset satu persatu. Alasannya berbagai macam : "Ga' ada waktu", "Ga' ngerti yang penting bisa profit", "Malas ah, kurang kerjaan begituan", "Wuih, saham kan ada hampir 500, banyak banget tuh bro", "Ga' mau repot", "Kan sudah ada yang ahlinya", dll.
Makanya tidaklah mengherankan bahwa banyak dari kita tertipu oleh Investasi Bodong atau rugi di Pasar Modal/Pasar Uang ataupun uang hilang dibawa kabur. Itu semua dari SIFAT KITA YANG MALAS MENCARI TAHU. Sama seperti para pengemis.
Sama seperti orang-orang yang membaca Blog ini cuma melihat "gratisan" rekomendasi tanpa perlu "capek-capek" meriset emiten serta tidak mau menjadi member.
II. MINTA-MINTA
Ini adalah sifat kedua dari bangsa kita. Mosok sih?? Mau saya tunjukkan?? Pernahkah Anda jika membeli Elektronik "meminta" bonus cash back, bonus hadiah langsung,dll? Pernahkah Anda "meminta" keringanan cicilan hutang kepada Bank?? (Bukankah Hutang itu dibawa sampai mati?) Pernahkah Anda "meminta" diskon padahal Anda cuma membeli item 1-2 buah??
Bukankah itu juga sama seperti Pengemis?? Yang hanya cuma "meminta-minta"?? Maka tidaklah mengherankan korban banyak berjatuhan karena Investasi Bodong dikarenakan sifat Anda yang cuma "meminta-minta" yang tidak mungkin.
Sama halnya yang membaca Blog ini secara Gratisan. Mereka banyak menuntut. Dikasih satu rekomendasi gratis minta dua, dikasih dua minta tiga, dst.
III. MARAH-MARAH
Inilah sifat ketiga dari sebagian besar masyarakat Indonesia yang sama seperti Pengemis. Yaitu marah-marah. Pernahkah Anda coba memberikan pengemis cuma Rp 100,-? Jika iya pasti pengemis tersebut akan "menerima" uang tersebut sambil Marah-marah.
Sama seperti Anda juga. Mosok sih? Pernahkah Anda marah-marah kepada Call Centre Agent (Telpon, Listrik, Air) padahal tagihan Anda cuma dibawah Rp 150.000?? Pernahkah Anda marah-marah kepada Call Centre Agent kartu kredit, padahal limit kredit Anda cuma dibawah Rp 10jt?? Pernahkah Anda marah-marah dijalan raya karena kesalahan Anda dengan motor butut Anda?? Pernahkah Anda marah-marah kepada customer service padahal Anda bukan pejabat penting ataupun orang terkaya sejagat?
Apakah sekarang Anda MENYADARI??? Bahwa Anda sama seperti pengemis yang ada dijalan, stasiun, terminal!!
Sama seperti Anda membaca Blog ini secara gratis dengan rekomendasi gratis tapi Anda masih tetap marah-marah karena cuma dikasih satu atau bahkan tidak dikasih sama sekali.
Semoga Allah, Swt membukakan pintu hati Anda semua. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar